Pemkab Cirebon Belum Mengetahui Kelanjutan PPKM Berskala Mikro

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. | cirebonkab.go.id

BERITARADIOMARITIM.COM - Masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sudah berakhir sejak dua hari yang lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengaku jika sampai sekarang belum menerima perintah apapun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal kelanjutan PPKM berskala mikro.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg menyebutkan jumlah positif rate di kabupaten cirebon berada di bawah standar nasional, yakni sebesar 17,27 persen. 

"Di Jawa Barat, positif ratenya yang masih tinggi yaitu Kota/Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, Cimahi, dan wilayah Bandung Raya," kata Imron saat ditemui di Pendopo Bupati Jalan RA Kartini Kota Cirebon, Selasa 23 Februari 2021. 

Imron mengatakan, pemerintah berterima kasih kepada seluruh anggota Satgas Penanganan covid-19 yang terus melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan di tengah aktivitas masyarakat. 

"Kami akan tunggu instruksi dari pusat, kemungkinan malam ini. Saya juga ditelpon artis yang katanya mau syuting, tapi saya bilang ditunda dahulu supaya tidak ada kerumunan," kata Imron. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, ppkm mikro di kabupaten cirebon berlangsung dari 9 Februari sampai 21 Februari 2021. Upaya yang dilakukan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan RI. 

Pada hari terakhir penerapan PPKM, seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon, bebas dari zona merah atau risiko tinggi. Sesuai hasil pendataan yang sudah dilakukan dirinya memastikan jika kabupaten cirebon zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19. 

"Dari jumlah 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, 33 di antaranya masuk ke dalam zona kuning (risiko rendah) dan 7 zona hijau (aman)," ucap Eni. 

Berita Lainnya

Konten Rekomendasi

loading...

Berita Radio Network