Projo Kabupaten Cirebon Yakin Tangan Tuhan Akan Ubah Dagelan Pemilihan Wakil Bupati

Rapat Paripurna DPRD Pengundian Dan Penetapan Nomor Urut Calon Wakil Bupati Cirebon | Devteo Mahardika Prakoso

BERITARADIOMARITIM.COM - projo kabupaten cirebon menilai jika pemilihan calon wakil bupati Cirebon pengganti antar waktu sebuah dagelan. Pasalnya, Cunadi yang notabene sebagai mantan sopir pribadi mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra selaku terdakwa kasus gratifikasi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK memberikan mandat kepada Hj. Wahyu Tjiptaningsih.

Diketahui jika Wahyu Tjiptaningsih sebagai istri dari mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

"Dengan dalih perintah partai serta tidak mau mengkhianati ideologi partai Cunadi menyerahkan posisi wakil bupati buat Ayu (Hj. Wahyu Tjiptaningsih, red) adalah sebuah dagelan," kata Ketua projo kabupaten cirebon, Kuni Bukhori, Senin 30 November 2020. 

Hal itu jelas, jika sejak awal pemilihan wakil bupati Cirebon merupakan dagelan politik, padahal sudah jelas jika rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan itu tercantum dua nama yaitu Hj. Wahyu Tjiptaningsih dan Cunadi.

"Kalo serius seharusnya keduanya sama-sama diprioritaskan untuk menjadi Wakil Bupati Cirebon. Saya bertanya definisi Ideologi partai itu seperti apa ?? apa harus menjadi sebuah calon boneka kan tentu tidak," ucap Kuni. 

Dirinya pun yakin Ideologi setiap partai yang ada di Indonesia itu hakekatnya untuk kebaikan rakyat, akan tetapi sering disalah artikan oleh oknum yang ada didalam partai.

Oleh karena itu, Kuni juga menghimbau keputusan tertinggi itu ada ditangan Tuhan bukan pada Partai Politik, karena baik partai politik ataupun anggota legislatif yang ada di kabupaten cirebon adalah representasi dari keinginan rakyat agar suaranya dapat diwakilkan didalam gedung dprd.

"Bukan lantas suara anggota dprd sendiri sehingga seenaknya menyuarakan suaranya sekehendak sendiri. Jadi saya jelaskan kalo suara tertinggi ada ditangan tangan rakyat sebagai representasi Tuhan didalam era demokrasi sekarang ini bukan suara partai politik apalagi para oknum yang hanya memanfaatkan partai politik untuk kepentingan mereka dan kelompoknya sendiri," ujar Kuni.

Berita Lainnya

Konten Rekomendasi

loading...

Berita Radio Network